TATA PERAYAAN EKARISTI
Perayaan Ekaristi adalah perayaan KEHADIRAN Tuhan Yesus dan seluruh karya penebusanNya secara sakramental dalam Gerejanya (umat beriman). Sebagai perayaan kehadiran Tuhan, kita bisa memahami makna setiap bagian dari Perayaan Ekaristi.
Hal-hal yang
perlu dipersiapan sebelum merayakan perayaan Ekaristi :
Untuk menerima
Kristus dalam komuni Ekaristi harus berada dalam keadaan rahmat. Kalau seorang
sadar bahwa ia melakukan dosa berat, ia tidak boleh menerima Ekaristi tanpa
sebelumnya menerima pengampunan di dalam Sakramen Pengakuan Dosa.
Sebagai
persiapan menyambut Sakramen ini, umat perlu memperhatikan pantang yang
diwajibkan Gereja (puasa 1 jam sebelum misa).
Tingkah laku
dan pakaian yang pantas supaya terungkap penghormatan, kekhidmatan dan
kegembiraan yang sesuai dengan saat dimana Kristus menjadi tamu kita.
AIR SUCI, Hal
pertama yang dilakukan oleh umat Katolik pada saat mereka memasuki gereja ialah
mencelupkan tangan kanan mereka ke dalam AIR SUCI dan membuat tanda salib.
Ritual ini bertujuan untuk mengingatkan kita akan Sakramen Baptis. Kita
dibaptis dengan air dan ditandai dengan tanda salib. Juga sebagai simbol
pembersihan rohani agar layak merayakan ekaristi.
BERLUTUT : Umat
Katolik berlutut untuk menghormati altar dan menghormati kehadiran Kristus
dalam Tabernakel sebelum duduk di bangku gereja. Altar dihormati karena altar
melambangkan tempat Yesus sendiri. Yesus yang telah wafat dan bangkit akan
hadir di atas altar, Dia akan memberikan diriNYa kepada umat berupa makanan dan
minuman. Sebagai lambang salam dan penghormatan kepada Kristus Sang Tuan Rumah,
MUSIK; NYANYIAN
amat penting dalam liturgi. MUSIK yang menjadi sarana untuk memuliakan Allah.
NYANYIAN, melalui syair lagu, umat dibantu untuk mendalami misteri Kristus.
Umat diajak untuk berpatisipasi aktif untuk bernyanyi dalam perayaan ekaristi.
Pemimpin
Upacara: Hanya imam yang ditahbiskan secara sah dapat memimpin upacara Ekaristi
dan mengkonsekrir roti dan anggur supaya menjadi tubuh dan darah Kristus.
• Imam (mewakili umat) menghormati altar
dengan mencium altar.
• Pendupaan diadakan untuk hari-hari besar /
hari khusus. Imam mengisi dupa & memberkati dengan membuat tanda salib.
Pendupaan itu untuk penghormatan pada Sakramen Mahakudus, reliqui salib/patung
Tuhan, bahan persembahan, Kitab Injil, lilin paskah, imam dan jemaat.
- Tanda
Keselamatan kita, yakni Salib Kristus, Kekuatan dan kemegahan orang Kristen
terletak pada “salib Tuhan kita Yesus Kristus”
(Gal 6:14)
- Mengenang
pembaptisan kita, dengan menyebut Allah Tritunggal.
Oleh karena itu
setiap kita membuat tanda salib sebenarnya menghubungkan kita dengan Sakramen
Baptis
Bacaan Pertama
diambil dari Kitab Suci Perjanjian Lama. Bacaan pertama ada hubungannya dengan
Injil hari itu ; tujuannya memberi latar belakang sehingga menambah pengertian/
pemahaman sejarah keselamatan Allah dari perjanjian lama dan berpuncak pada
Yesus yang di wartakan dalam Injil.
Bacaan Kedua
biasanya diambil dari tulisan / surat di perjanjian baru, misalnya salah satu
surat Rasul Paulus dll. Bacaan kedua mewartakan iman akan Yesus menurut konteks
Gereja Perdana. Bacaan kedua bertujuan mempersiapkan umat pada puncak perayaan
sabda yakni Injil.
Tujuan untuk
mempersiapkan umat untuk mendengarkan bacaan Injil, umat menyanyikan “ALLELUYA”
artinya Terpujilah Tuhan, yang mengingatkan pujian atas Tuhan yang bangkit /
Paskah. Semua umat berdiri sebagai ungkapan hormat pada Sabda Allah.
Merupakan
puncak Liturgi Sabda. Gereja percaya bahwa Kristus "hadir dalam sabda-Nya,
karena Ia sendirilah yang bersabda ketika Kitab Suci dibacakan di gereja".
Oleh karena itu, bacaan injil mempunyai beberapa keistimewaan :
• Dibacakan oleh imam / diakon dan umat
berdiri.
• Injil di hormati dengan pendupaan (untuk
hari raya/ pesta)
• Sebelum bacaan injil ada dialog antara imam
& umat : "Tuhan sertamu” dan umat
menjawab Dan sertamu juga”.
• Kemudian Imam berkata, "Inilah Injil
Yesus Kristus menurut (Lukas / Matius / Markus /Yohanes)”
dan umat menjawab “Dimuliakanlah Tuhan”,
sambil membuat TANDA SALIB di kening, bibir dan hati dengan ibu jarinya, kita
bisa ungkapkan dalam hati “SabdaMu, ya
Tuhan kami pikirkan dan renungkan (tanda salib dikening), kami wartakan (tanda
salib dimulut), dan kami resapkan dalam hati (tanda salib didada/hati).
Homili
dimaksudkan untuk mewartakan dan mendalami sabda Allah / misteri iman yang
bertolak dari bacaan / tema yang baru dibacakan, dengan bahasa / situasi umat
yang dihadapi saat ini sehingga dapat memperteguh iman umat.
Merupakan
pernyataan iman seluruh umat, sekaligus meng-AMIN kan bacaan dan homili yang
telah kita dengarkan sebelumnya.
Adalah doa
seluruh umat beriman bukan hanya untuk kepenting diri sendiri dan kelompok,
melainkan doa untuk seluruh Gereja semesta. Biasanya doa umat mencakup : doa
bagi Gereja, negara dan pemimpin masyarakat, bagi orang-orang dengan kepentingan
khusus dan bagi kepentingan umat paroki. JIka di beri waktu hening, kita pun
dapat mendoakan doa kita dalam hati. Ditiap doa umat menjawab “Kabulkanlah
doa kami, ya Tuhan."
Biasanya doa
dibuka & ditutup oleh imam / prodiakon, kemudian tiap doa didoakan oleh
lector/pembaca.
Doa Syukur
Agung (disingkat DSA) adalah puncak perayaan Misa dan inti iman kita. DSA
merupakan suatu doa syukur dan pengudusan. Bagian-bagian yang paling penting
dalam Doa Syukur Agung ialah:
- Imam
mengawali dengan "Tuhan bersamamu." Dan di jawab “Dan
sertamu juga”
- Imam mengajak
untuk lebih fokus / mengarahkan perhatikan/hati kita seluruhnya kepada misteri
iman : “Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan”,
umat menjawab “Sudah kami arahkan”
- Imam
mengundang umat untuk bersyukur kepada Tuhan “Marilah
bersyukur kepada Tuhan Allah kita”, umat menjawab
: "Sudah kami arahkan."
Sesudah dialog,
imam melanjutkan dengan doa intinya pujian syukur dan memuji karya agung Allah
yang menyelamatkan manusia
Dalam TPE ada
10 jenis Doa Syukur Agung dan dipilih salah satu sesuai dengan tema perayaan).
Doa Syukur Agung diucapkan oleh imam saja. Bagian-bagian dari Doa Syukur Agung:
- Diawali doa
permohonan agar Roh Kudus menguduskan roti dan anggur
- Bagian
terpenting : kisah institusi dan konsekrasi, yaitu perubahan roti dan anggur
menjadi Tubuh dan Darah Kristus secara transsubstansial. Kisah ini mengutip
ucapan dan tindakan Yesus pada Perjamuan Terakhir yaitu "Terimalah dan
makanlah. Inilah TubuhKu yang diserahkan bagimu" dan "Terimalah dan
minumlah. Inilah piala darahKu, darah perjanjian baru dan kekal yang
ditumpahkan bagimu dan semua orang demi pengampunan kekal. Lakukanlah ini untuk
mengenangkan Aku." Di situ Kristus mempersembahkan Tubuh dan Darah-Nya
dalam rupa roti dan anggur, dan memberikannya kepada para rasul untuk dimakan
dan diminum, Kalimat "Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku", yang
menjadi dasar terselenggaranya Perayaan Ekaristi hingga saat ini.
- Doa Syukur
Agung ditutup dengan Doksologi, yaitu pujian kepada Allah, Imam mengangkat
piala dan hosti sambil mengucapkan "Dengan pengantaraan Kristus, bersama
Dia dan dalam DIa, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan
Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa" dan umat
berkata "Amin".
Kita
mempersiapkan diri untuk makan dan minum di meja perjamuan Tuhan dengan
kata-kata yang diajarkan oleh Yesus "Berilah kami rejeki pada hari ini, dan
ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami
Komuni (dari
bahasa Latin 'communio' = persekutuan) adalah sumber rekonsiliasi serta
persekutuan kita dengan Tuhan dan dengan seluruh umat, oleh karena itu sebelum
menerima komuni, Imam mengajak umat berjabat tangan kepada umat di sekeliling
kita sebagai tanda damai & cinta kasih, sambil menyanyikan lagu “Salam
Damai”.
- Umat dapat
menerima komuni dalam satu rupa atau dua rupa dalam kesempatan khusus. Ajaran
iman Gereja Katolik mengajarkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara satu rupa
(hanya menerima Hosti) maupun dua rupa (menerima Hosti dan Anggur).
- Pembagi
komuni akan mengucapkan "Tubuh Kristus" dan penerima komuni menjawab
"Amin" dengan sikap hormat.
- Setelah umat
menerima komuni, umat kembali ke tempat duduk dan berdoa secara pribadi. Isi
doa pribadi dapat berupa ucapan syukur & memuji Tuhan karena Tuhan hadir
& tinggal dalam hidup kita, permohonan agar dengan kehadiran Tuhan, kita
semakin di beri kekuatan dan dibimbing terang Roh Kudus. (Lihat Buku Puji
Syukur no 211)
Untuk
menyempurnakan permohonan umat Allah, dan sekaligus menutup seluruh ritus
komuni, imam memanjatkan doa sesudah komuni. Dalam doa ini imam mohon, agar
misteri yang sudah dirayakan itu menghasilkan buah.
imam memberi
berkat dengan menyerukan Tritunggal Mahakudus sambil memberi berkat - Bapa,
Putera dan Roh Kudus - kita membuat tanda salib.
Kemudian imam
mengakhiri Misa dengan berkata: "Marilah pergi! Kita diutus" dan kita
jawaban liturgi, "Amin". Perutusan merupakan konsekwensi dari seluruh
perayaan. Setelah mendengarkan firman Tuhan, mengamininya, kitapun dipanggil
untuk mewartakannya melalui hidup sehari-hari.
Seluruh umat
memberi hormat kepada altar. Imam dan para pelayan meninggalkan ruang altar
Komentar
Posting Komentar